Terima Kasih untuk Rasa Sakit itu..

Kamu pernah merasa sakit atau disakiti? Sama. Mengapa? Kamu dihina? Ah, sama. Mengapa lagi? Kamu dijatuhkan? Dibuat susah hidupmu? Apa? Keluargamu juga disakiti? Kamu bahkan difitnah? Apa? Kamu tidak rela? Ah, suatu saat kamu akan berterima kasih pada orang yang bahkan mencipta air mata di wajah ibumu atau orang yang membuat ayahmu terdiam lama oleh beban pikiran. Ya, kamu akan berterima kasih padanya.
Ha? Kamu pasti protes. Terima kasih untuk apa? Bukankah harusnya kamu membencinya?

Continue reading

Status

Angin kumohon..

Kamu pernah merasakan sakit tapi dalam senyummu kamu meyembunyikannya? Oh, tahukah kamu di mana sembunyinya rasa sakit itu? Di dadamu kah? Lalu menyesakkan ruang pikirmu, membuatmu lupa bagaimana rasa gula? Iyakah?
Angin kumohon, bawa rasa sakit yang sembunyi itu sebagaimana janji waktu yang akan membuat semua rasa sakit menguap bersamamu. Angin kumohon, pecahkan molekul-molekulnya, jangan kamu tinggalkan pada ruang pikir lainnya.
Tapi angin, jika kamu tak segera membawanya, ceritakan saja dulu bagaimana caranya menyembunyikannya tapi tidak membuat sesak dada dan ruang pikir.
Lalu sambil mendesis menggigit angin di sela gigi atas dan bawah, kudengar jelas angin sempat berbisik, “La Tahzan Innallaha Ma’anaa” dan kamu akan kembali tenang. Ya, ada Allah bersamamu. Mengapa kamu harus larut dalam sakit?

Pojok Biru 2,
30 Oktober 2012
18.46 WHH

Hujan

Sore ini hujan milikmu lagi..
Ketika rintik-rintiknya menyanyikan nada cerita magis
Sore ini hujan milikmu lagi..
Sebagaimana sisa baunya yang masih terasa bahkan ketika kamu pergi
Sore ini hujan tidak deras..
Tapi masih milikmu.
Kamu bersembunyi di ujung sana
Di sela rintik yang menggerimis, kamu berikan ruang untuk siapapun menerobosnya
Dan kamu susah payah membuat ruang itu tak ada lagi.
Sore ini hujan masih milikmu..
Sambil berbisik angin melerai raguku
Ruang itu akan tetap ada.
Walau ia tahu di sini aku berteduh.

Tapi hujan masih selalu milikmu
Di mana teduh adalah saat kamu benar-benar menerabas hujan ke arahku, meninggalkan ruang di sela-selanya.

Sore ini hujan masih milikmu..
Aku menatapnya di balik jendela kamarku
Berdamai pada angin yang terus melerai kecamuk dada
Sore ini hujan masih milikmu..
Walaupun menatapnya adalah sakit luar biasa yang kubunuh atas namamu.

Pojok Biru 2,
30 Oktober 2012
19.03

Hai, Anak Kosan.. Manajemen Uang itu Tidak Sama Dengan Ngirit Uang Makan!

Hai teman-teman seperjuangan yang merasa merantau untuk menuntut ilmu, tinggal di kosan, memulai hidup mandiri, dan tentunya jauh dari orang tua. Izinkanlah hari ini saya bercerita (atau lebih tepatnya nyerocos) tentang sesuatu hal yang semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua, khususnya anak kosan. Begini ceritanya..

Siapa di sini anak kosan yang belum pernah sakit? Hampir semuanya pernah. Penyakit yang paling rajin PDKT kepada anak kosan itu: Typus. Ngaku aja deh, siapa yang udah pernah sakit Typus? Dulu, saya sombong sekali. Makan sesuka saya, sehari sekali pun sering, dengan menu seadanya, seperti: telur atau mie instant atau sarden instant. Apalagi saya tidak terlalu suka makan buah. Saya lebih suka membeli jajanan macam cireng, cilok, baso cuanki dan lain-lain daripada membeli makanan berat. Hehehe. Continue reading