Tentang Sabar

Kemarin, saat menunggu Transjakarta di Shelter GBK, banyak sekali orang yang mengantre. Aku dan seorang teman berada di antara antrean itu. Sampai kemudian tibalah bus yang dinanti. Namun, kami justru tidak boleh masuk. Petugas memberhentikan langkah kami ketika kami hendak melangkah memasuki bus.
“Cukup ya. Di belakang masih ada.”
Aku dan temanku mengalah. Lagipula, bus sudah cukup ramai dan penumpang banyak yang berdiri. Kami hanya tersenyum, menunggu bus selanjutnya. Subhanallah, bus berikutnya yang datang ternyata lengang, kami pun bisa menikmati perjalanan sambil duduk.
Ah, bukankah kehidupan seringkali begitu? Kita hanya diminta sedikit saja lebih bersabar, untuk memperbanyak proses yang kita lalui, untuk memperoleh hasil yang jauh lebih baik untuk diri kita. Sabar. šŸ™‚

Sebuah nasihat untuk diri sendiri.
Cikarang-Bandung
14 Juli 2012
10.07 WIB

Advertisements

Biarkan Angin Berhembus Sebagaimana Mestinya

Malam sudah melarut. Tapi hati yang gelisah tetap terjaga walau mata terpejam. Ada yang dipikirkannya. Ada yang membuatnya gelisah. Ada 5 huruf. C-I-N-T-A.

Ah, soal ini harusnya memang sudah basi ya untuk dibahas? Aku juga sedikit malas untuk menuliskannya. Tapi, melalui deretan huruf ini, hati boleh berharap sedikit kegelisahan itu sirna. Yaa, ini tentang cinta. Sesuatu yang klise, absurd, bahkan ada yang menafikkannya mengatakan bahwa itu tak penting, basi, gombal, apa pun lah itu. Ya karena sejatinya memang masih banyak hal yang bisa dipikirkan selain urusan cinta kan? Yaaa, aku tahu pasti, karena urusan itu pun sering kali aku ‘sirna’kan terlebih dahulu. Mungkin kalian juga. Tapi selalu, aku tidak bisa berlari dari satu waktu yang aku yakin, siapapun engkau pasti pernah mengalaminya. Satu waktu di mana kita memikirkan hal bernama ‘cinta’. Continue reading