Mencemburui Masa Lalu

image

Suatu kali saya pernah memiliki pertanyaan, “apakah setiap orang pernah mencemburui masa lalu pasangannya?”. Saya, jujur saja, pernah. Lalu, pikiran saya terbang menuju berbagai situasi lampau di mana seandainya pada masa lalu itu, saya lah yang ada di sebelah pasangan saya, bukan orang lain. Tapi pikiran saya yang lain seperti membunyikan alarm sendiri. Hei, bukankah di masa yang sama yang telah lampau itu, saya pun juga memiliki kisah sendiri? Adil. Bukankah kita dibersamakan sepaket dengan masa lalu, masa kini, dan (semoga) masa depan? Saya terdiam lagi.

Continue reading

Advertisements

Hilang + Ikhlas = Kembali

Entah ini namanya suatu teori atau apa ya, saya menyebutnya keajaiban.

“Hilang+Ikhlas=Kembali.”

Tapi saya mempercayainya. Bahkan sudah berkali-kali Allah menunjukkan rahasia ikhlas itu. Dari hal yang sangat kecil, sepele, hingga sesuatu yang besar.

ikhlas

Ada beberapa cerita yang kebetulan saya alami sendiri atau bisa saya lihat langsung dari lingkungan sekitar saya. Simak beberapa ceritanya berikut ini yaa šŸ™‚

Saya pernah kehilangan jam tangan, warnanya biru. Sudah kebayang kalau ada kata BIRU pasti saya heboh. Jam tangan saya sebenarnya nggak mahal-mahal amat. Tapi BIRUnya itu yang membuat saya merasa kehilangan. Saya mencari-cari di kamar, di kotak perkakas, di tas, bahkan sampai tanya-tanya pos satpam di kampus. Tapi, nihil. Nggak ketemu. šŸ˜¦ Continue reading

Bingkai Impian dalam Tulisan

Di bingkai jendela rumahku pagi ini, aku bisa melihat Langit membiru. Jingga mentari sedikit sudah tampak. Mahkota masjid dibalut daun-daun pohon kelapa juga terbingkai indah dari jendela kamar yang kusebut Tetangga Langit ini. Semua itu mengingatkanku pada satu kata bernama impian. Mengingatkanku pada tulisan-tulisan yang urung kubagi kepada orang lain. Mengingatkanku pada setiap lembar harapan yang pernah kutuliskan.

Pagi ini, saat bingkai jendela kamarku kembali memotret keindahan langit, aku ingin berbagi lagi. Continue reading