#NulisRandom2015 (2): Perempuan dan Harapan

image

Randomisasi hari ini disponsori oleh suami yang kasih surprise karena pulang dua hari lebih cepat dari jadwal dinasnya. Wuhu! Temanya tentang perempuan dan harapan. Dua kata yang secara umum sering disandingkan. Nah apa hubungannya sama suami pulang lebih cepat? 😀
Jadi begini ceritanya.. Hampir tiap bulan, ada saja suami saya dapat tugas dinas ke luar kota. Entah ke Aceh atau sekitaran Sumatera Utara. Alhasil, udah pasti dong saya sering ditinggal? Hehe. Continue reading

Advertisements

2 States The Story of My Marriage

Sebelum kau membangun masa depan, kau harus memperbaiki masa lalu

—Chetan Bhagat

2 states

Sudah lama sekali saya tidak menulis review buku ya? Padahal menulis kembali apa yang telah dibaca adalah salah satu upaya untuk mengikat makna, yang membuat isi buku akan terus tertinggal di hati. Dan semoga hikmah baiknya bisa kita jadikan pelajaran dan kita terapkan. Baiklah, kali ini, di tengah profesi saya sebagai full time blogger (karena masih menunggu supaya jadi profesi lain yang sejalan, mohon doa) dan keasyikan membaca tulisan-tulisan dari sahabat Gamus, saya membaca sebuah novel kocak tapi juga bijak. Saya menemukannya ketika refreshing (baca: cuci mata di Toga Mas). Sebuah kalimat “Salah satu novelnya diadaptasi menjadi film 3 Idiots” di kover sebuah buku langsung membuat tangan saya menarik buku itu dan membaca sinopsisnya. Bahkan saya baru tahu kalau 3 Idiots itu diadaptasi dari novel (ke mana aja, Hims?). Well, kemudian galaulah saya karena baru saja 5 buku saya serahkan ke kasir. Apalagi, ada 3 judul buku dari penulis yang sama, yang sialnya juga sama menariknya, pun menggoda untuk dibeli. Ditambah lagi tulisan besar-besar “Diskon 30% untuk novel s.d. 9 Februari”. Baiklah, karena saya sadar saya terancam tidak makan kalau membeli semuanya, saya putuskan untuk ambil satu saja. Setelah menghitung kancing baju yang nggak ada kancingnya (naon?), saya memilih buku “2 States The Story of My Marriage” untuk melengkapi buku lain yang sudah di kasir.

Novel terbitan Bentang Pustaka ini tidak bisa membuatku menunggu lama. Langsung saya baca di angkot dalam perjalanan pulang, hehe. Gaya bahasanya menarik, terjemahannya tidak membingungkan sehingga masih rasa “Indonesia” walaupun ditulis oleh penulis kebangsaan India dan berlatar budaya India. Total 479 halaman sama sekali tidak membuat novel ini terasa tebal. Cerita yang seru selalu menarik untuk dilanjutkan bukan?

Chetan Bhagat—sang penulis—menceritakan tentang proses menuju pernikahan dari dua orang yang saling mencintai. Namun, dalam pernikahan, cinta saja selalu tak pernah cukup. Menurut simpulan saya, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan untuk menuju fase tersebut: Continue reading