Kampung Belajar (lagi)

Ternyata anak-anak kembali memberi nafas untukku..

tertawa lebar bersama adik-adik di Kampung Belajar (Kegiatan divisi Pengabdian Masyarakat BEM SKM IM Telkom)

Setelah semalam berkutat di depan laptop, sok-sok bersahabat dengan tugas, padahal sebenarnya hanya menatapnya, sembari sendu. Menangis tanpa tahu kenapa. Merindukan siapapun. Ingin pergi ke manapun. Ingin menjauh dari huruf-huruf teori yang aaaarggh, menumpukkan presipitasi hitam di bawah sadarku. Entah apa yang terjadi padaku semalam. Aku terus diam, sampai tiba-tiba tertidur, terbangun lagi, berduaan dengan-Nya, menangis lagi. Itu yang terjadi sampai matahari mulai naik pagi tadi. Pintu kamar tertutup. Jendela rapat. Korden pun juga. Aku masih diam menatap laptop. Tapi pagi tadi sudah tak ingin pergi, ingin diam.

Lalu tawa-tawa terputar di antara penatku. Membuatku semangat berdiri, merapikan sekotak biru yang tersebar di dalamnya buku-buku berserakan, juga laptop yang menganga. Handuk biru mengundangku, cepat-cepat memintaku membersihkan badan. Aku tahu ini sudah lebih untuk dikatakan telat. (Jarkom jam 08.00, tapi aku baru siap pukul 9.30). Aku tidak peduli. Tetap berjalan, berlari, menuju kampus biruku. Continue reading

Advertisements

Dua Jam di Kampung Belajar

Hampir aku memejamkan mata, namun tawa mereka kembali bermain di entah bagian mana otakku. Tian, si kecil yang ganteng dan pintar. Ega, si manis yang pede, agak cuek, tapi penuh semangat. Cindy dengan dua gigi khas anak-anak dan kepedeannya. Pia dengan wajah imut nan polosnya. Mereka kembali bermain dalam imajiku. Ahh, sesuatu yang sangat membahagiakan, target yang sudah lama kulingkari ini, akhirnya mulai menunjukkan akses untuk tercapai.

Lelah, belum belajar padahal besok UTS, mempersiapkan ini itu, mungkin hal itulah yang dirasakan oleh teman-teman dari direktorat Pema (Pengabdian Masyarakat) BEM IM Telkom. Walaupun aku bukan bagian dari BEM, tetapi berpartisipasi sebagai kakak mentor di kegiatan Kampung Belajar ini membuatkan merasakan betul bagaimana perasaan mereka. Aku tahu pasti, lelah itu tebayar melihat kelucuan dan keluguan adek-adek yang dengan antusiasnya mengikuti acara ini. Continue reading