GAMUS, perempuan

Happy International Hijab Solidarity Day: Hijabku Menghijabi Hatiku

karena hijabmu sempurnakan cantikmu 🙂

“Percuma dia pakai jilbab, kalau kelakuan masih saja begitu.” Saya menjadi orang yang paling tidak setuju dengan kalimat itu. Walaupun kalimat itu juga bisa menjadi cambuk pengingat, tapi lebih banyak yang menjadikannya alasan bahwa berjilbab tidak menjamin seseorang untuk menjadi baik, sehingga menganggap bahwa berjilbab itu tak perlu. Ya, jilbab memang bukan jaminan untuk seorang manusia menjadi sempurna, tapi bukankah jilbab itu kewajiban? Bukankah perempuan memang harus menutup auratnya terlebih dahulu sebelum amalan-amalan lain dilakukan? Mengapa dikatakan percuma? Apakah dengan tidak berjilbab juga menjamin bahwa mereka bisa menjadi lebih baik bahkan sempurna? Tidak juga kan? Kalau sama-sama tidak ada jaminan, mengapa kita tidak berhijab saja yang jelas-jelas sudah kewajiban? Hehe. Maka, jangan khawatir Ukhti, berhijab saja, dan biarkan secara perlahan hijab fisik kita yang menghijabi hati kita. 🙂 Dengan berjilbab, mungkin kita memang belum bisa menjadi yang terbaik, tapi insyaAllah dengan itu kita sudah mengupayakan sebuah kebaikan bukan? Hijab sebenarnya bisa jadi motivasi terbaik kita untuk menjadi lebih baik.

Sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 59, Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyake seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Ayat ini sudah cukup jelas untuk menjelaskan bahwa berjilbab itu bukan pilihan tapi kewajiban. 🙂

Ada banyak cerita di balik jilbab seorang muslimah. Ada yang mengawali jilbabnya karena terpaksa, ada pula yang harus berjuang untuk mempertahankan jilbabnya. Cerita-cerita itu setidaknya melatarbelakangi adanya “International Hijab Solidarity Day” yang diperingati pada tanggal 4 September. Mengapa 4 September? Continue reading “Happy International Hijab Solidarity Day: Hijabku Menghijabi Hatiku”