Inspirasi (lagi) di Seminar IYMC (H #4 IMSS)

Rabu, 18 Juli 2012. Hari terakhir IMSS. Sungguh cepat sekali, Kawan. Aku belum mengenal semua orang di sini. Aku belum sempat berbincang lebih banyak lagi. Forum silaturahmi ini selesai hari ini. Semoga saja, semangatnya tidak selesai hari ini, jalinannya juga. Sudah tidak ada sekolah LDK, Islamic Fair juga sudah ditutup.

Masih seperti kemarin, kami berkumpul lagi pukul 07.00 WIB di Taman Ganesha, sebelah Masjid Salman ITB, lalu makan pagi bersama. Bedanya, kami tidak menunggu instruksi panitia lagi harus ke mana. Kami langsung menuju Aula Barat ITB untuk mengikuti seminar IYMC, yang kebetulan salah seorang panitianya juga sahabat Gamus.

semiar IYMC di aula barat ITB

Apa itu IYMC? Continue reading

Membicarakan Mas Gagah Bersama Bunda Helvy (H #3 IMSS)

Dari rumah cantik Annisa, aku berpindah ke aula barat ITB. Masih di hari yang sama, 17 Juli 2012. Siapa yang menyangka? Baru seminggu yang lalu, aku menemukan web Bunda helvy dan jatuh cinta seketika dengan karya-karyanya. Aku memang mengetahui beliau sudah sejak lama, tapi baru lima hari yang lalu aku membaca cerpen-cerpen beliau, selain “Ketika Mas Gagah Pergi” tentunya. Dan hari ini, Allah memberiku kesempatan untuk duduk di kursi paling depan, mendengarkan beliau bercerita tentang karya-karya beliau.

Talkshow tentang Mas Gagah bersama Bunda Helvy di Aula Barat ITB

Talkshow bedah buku bertajuk “Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali dan Upaya Pembentukan Karakter Pemuda melalui Sastra” ini dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dibuka dengan video testimoni tentang buku “Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali”. Continue reading

Gema Takbir di Opening IMSS 2012 yang Menggetarkan (H #1 IMSS)

Ahad, 15 Juli 2012. Halaman Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) sudah dipadati ratusan mahasiswa dengan bermacam warna almameter sejak pukul 07.00 WIB. Kami sendiri dari GAMUS IM Telkom sampai pukul 07.05 WIB. Ah iya, akhirnya para akhwat GAMUS IM Telkom memilih untuk tidak tinggal di asrama, mengingat nama kami yang tidak terdata dan riwehnya panitia, kami memutuskan untuk tidak mempersulitnya dan tinggal di kos sahabat di daerah Gegerkalong yang tidak terlalu jauh dari ITB. Alhamdulillah ikhwannya lebih dipermudah. Mereka mendapatkan asrama dan juga teman sekelompok serta LO dengan lancar. Sementara para akhwat, hari itu, masih mengurus itu semua. Alhamdulillah, selanjutnya semua dipermudah. Kami (para akhwat) kemudian tergabung dalam kelompok 20, bersama sahabat-sahabat dari Malang, Maluku, dan Palembang. Di sinilah, perjalanan kami di IMSS dimulai.

para peserta IMSS akhwat

Continue reading