Pemilu 2014 : Hasil yang melegakan banyak pihak

Baiklah, meskipun saya tidak jeli-jeli amat mengamati perkembangan partai politik, tapi tulisan seperti ini wajib diapresiasi. Cara pandangnya netral dan logis. Jadi, membuat kita berpikir bukan terprovokasi. Sudah sangat langka sekarang ini. Kebanyakan tulisan judulnya ‘Inilah Rahasia Besar Partai X’ atau ‘Bayangkan Jika Presiden Kita dari Partai Y’ yang hanya membuat banyak orang ikut share terus ikut bikin maki-makian.

Saya sendiri cukup geregetan melihat banyak partai yang saling menjatuhkan. Kejam, pula. Udah gitu terang-terangan. Saya nggak nyebut merek, hampir semuanya begitu. Walaupun dekat dengan lingkungan yang identik dengan partai tertentu, kita selalu punya logika untuk berpikir secara lebih bebas dan terbuka. Setelah itu mari tentukan. Ya sudah, pesta demokrasi tinggal menunggu hasil resmi. Mari kita berdoa untuk Indonesia tersayang.

However, Himsa. You can’t make life as ideal as you think. Allah sudah membuatnya dengan sangat seimbang. We just don’t know His Plan. But we always have choice, to learn from the past or just laugh or cry.

-mbuh ini pengantar reblog dari Himsa yang nggak jelas, saya cuma mau share tulisan menarik dari Uda Yusuf dan melepaskan keganjalan hati saya.

Refleksi Panggilan Jiwa

foto_pemilu-2014_1

mengamati hasil quick count pemilu 2014, saya melihat hasil ini merupakan hasil yang melegakan untuk banyak pihak -bila saya tidak boleh sebut semua pihak-. Bagaimana tidak, hasil pemilu 2014 mengindikasikan cukup meratanya kekuatan partai di Indonesia dan menyisakan 10 partai yang -setidaknya- akan bertarung lagi di 2019.

Ada dua partai yang saya lihat ‘menang besar’ di pemilu 2014, yaitu PKB dan Gerindra, dua partai ini mengalami peningkatan drastis, masing-masing 4.22% dan 7.31%. hasil ini menempatkan mereka sebagai pemain papan menengah dan atas dalam percaturan politik Indonesia. Dua partai ini layak berbangga diri, usaha yang mereka lakukan secara konsisten sejak 2009 berakhir manis. PKB yang berhasil melewati masa konflik internal sejak kekisruhan muhaiman dan keluarga gus dur terbukti mampu mengoptimalkan tiga capres yang di gadang-gadang oleh mereka. Saya perlu berikan catatan bahwa Rhoma Irama adalah man of the match dalam pemilu 2014. Rhoma Effect tampak berdampak sangat besar dalam meningkatkan popularity…

View original post 518 more words

Advertisements

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s