2 States The Story of My Marriage

Sebelum kau membangun masa depan, kau harus memperbaiki masa lalu

—Chetan Bhagat

2 states

Sudah lama sekali saya tidak menulis review buku ya? Padahal menulis kembali apa yang telah dibaca adalah salah satu upaya untuk mengikat makna, yang membuat isi buku akan terus tertinggal di hati. Dan semoga hikmah baiknya bisa kita jadikan pelajaran dan kita terapkan. Baiklah, kali ini, di tengah profesi saya sebagai full time blogger (karena masih menunggu supaya jadi profesi lain yang sejalan, mohon doa) dan keasyikan membaca tulisan-tulisan dari sahabat Gamus, saya membaca sebuah novel kocak tapi juga bijak. Saya menemukannya ketika refreshing (baca: cuci mata di Toga Mas). Sebuah kalimat “Salah satu novelnya diadaptasi menjadi film 3 Idiots” di kover sebuah buku langsung membuat tangan saya menarik buku itu dan membaca sinopsisnya. Bahkan saya baru tahu kalau 3 Idiots itu diadaptasi dari novel (ke mana aja, Hims?). Well, kemudian galaulah saya karena baru saja 5 buku saya serahkan ke kasir. Apalagi, ada 3 judul buku dari penulis yang sama, yang sialnya juga sama menariknya, pun menggoda untuk dibeli. Ditambah lagi tulisan besar-besar “Diskon 30% untuk novel s.d. 9 Februari”. Baiklah, karena saya sadar saya terancam tidak makan kalau membeli semuanya, saya putuskan untuk ambil satu saja. Setelah menghitung kancing baju yang nggak ada kancingnya (naon?), saya memilih buku “2 States The Story of My Marriage” untuk melengkapi buku lain yang sudah di kasir.

Novel terbitan Bentang Pustaka ini tidak bisa membuatku menunggu lama. Langsung saya baca di angkot dalam perjalanan pulang, hehe. Gaya bahasanya menarik, terjemahannya tidak membingungkan sehingga masih rasa “Indonesia” walaupun ditulis oleh penulis kebangsaan India dan berlatar budaya India. Total 479 halaman sama sekali tidak membuat novel ini terasa tebal. Cerita yang seru selalu menarik untuk dilanjutkan bukan?

Chetan Bhagat—sang penulis—menceritakan tentang proses menuju pernikahan dari dua orang yang saling mencintai. Namun, dalam pernikahan, cinta saja selalu tak pernah cukup. Menurut simpulan saya, setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan untuk menuju fase tersebut:

  1. Hubungan si laki-laki dan si perempuan
  2. Hubungan si laki-laki dan keluarga perempuan
  3. Hubungan si perempuan dan keluarga laki-laki, dan;
  4. (yang tak pernah mudah) Hubungan keluarga laki-laki dan keluarga perempuan.

Keempat hal tersebut dibahas tuntas di novel ini. Kisah ini dimulai dari hubungan “hanya teman” antara dua mahasiswa pascasarjana yang sedang berjuang merebut gelar M.B.A. Kisah cinta keduanya terbilang unik. Yang lebih unik lagi, mereka berasal dari dua daerah yang memiliki kebudayaan yang amat berbeda. Krish, seorang laki-laki asal Delhi, India Utara, jatuh cinta dengan Ananya, perempuan asal Chennai, India Selatan. Walaupun sama-sama India, keduanya lebih banyak tidak samanya. Sayangnya, cinta mereka membuat mereka berjuang untuk dapat menyatukan perbedaan itu. Bukan berarti disamakan, namun menumbuhkan rasa saling memahami. Apa yang terjadi? Baca saja dan kalian akan menemukan betapa pentingnya mempelajari komunikasi antar budaya. Alih-alih, bukannya bisa menikah malah merusak hubungan antar daerah jika komunikasinya tidak berhasil. Tapi lagi-lagi Chetan Bhagat menyajikan sesuatu yang menarik, penulis 3 Idiots ini dengan detail menyajikan proses komunikasi yang dilakukan oleh Krish maupun Ananya untuk mengambil hati kedua orang tua masing-masing. Kreatif, penuh kesabaran dan kerja keras memang. Mereka bisa saja memilih kawin lari, namun mereka punya mimpi untuk melihat senyum kedua orang tua mereka di hari pernikahan.

Selain tentang proses menuju pernikahan yang kompleks namun disajikan secara kocak, novel ini juga menceritakan kisah seru yang bijak tentang patah hati, kehidupan pasca kampus, dunia kerja, cita-cita, konsep ayah, nasionalisme, kasih sayang, dan memaafkan masa lalu. Ya, memaafkan masa lalu. Nasihat yang sering kali kita dengar namun sulit sekali diterapkan. Bisa jadi kita merasa tidak punya masa lalu apa-apa yang membebani kita karena kita menganggapnya tak ada, padahal ia adalah karung besar yang menekan kepala kita setiap hari. 2 States menawarkan itu semua dengan alur yang manis.

Teman-teman yang baru lulus atau para muda yang lagi asik bekerja, novel ini cocok untuk refreshing tapi juga berkualitas, apalagi yang berniat mau segera menikah. Saya tidak tahu apakah ini kisah nyata penulisnya atau tidak, tapi membacanya, tampak kisah ini begitu nyata dan begitu hidup. Serius, keren! Selamat membaca. Togamas Buah Batu masih diskon 30% sampai tanggal 9 Februari 2014, hahaha. Bukan blog bayaran kok ini, tapi ucapan terima kasih aja sama toko buku langgananku yang bahkan lagi nggak ada diskon pun selalu ngasih diskon ekstra ke pelanggan yang bawel ini.

“Aku cinta kau, ayahmu, ibumu, adikmu, dan semua keluargamu.” Kata Ananya pada Krish.

Dan itulah konsep keluarga. Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua anak manusia.

 

 “Dunia mengagumi anak-anak dan para ibu, tapi kita juga membutuhkan ayah.” (437)

“Memaafkan tidak membuat orang yang melukaimu merasa lebih baik, tapi membuat kau merasa lebih baik” (296)

Ruang Move Up

4 Februari 2014

21.59

barusan abis kepo, ternyata ada filmnya, haha, ada yang punya?

Advertisements

12 thoughts on “2 States The Story of My Marriage

  1. Hehehe.. Himsa..
    Dan jangan bilang sekarang buku itu udah selesai dibaca smua? n_n

    Btw, aku jadi inget waktu lagi perjalanan kantor di mobil driver aku ngomong:
    “Nikah itu bukan menyatukan 2 insan, Mba. Itu salah..”
    “Yang bener, nikah itu menyatukan 2 keluarga”

    Gara-gara ucapan itu jadi bikin aku mikir deh.. bener juga yah.. (^_^)

    • Udah dalam waktu semalam teh 😀 abis kocak banget jd gbs berhenti. Sampai udah abis aja masih pingin baca makanya jdnya bikin tulisan ini hehe

      Nah eta teeh. 2 keluarga :’)

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s