Surat (Terakhir) untuk Bulan

Jatuh. Terbangun. Jatuh. Patah. Jatuh lagi. Bangkit lagi. Patah. Menjadi perca. Lalu remuk. Bangkit. Jatuh lagi. Proses yang malam ini ingin kuberhentikan dengan titik keberdirianku melawan segala jenak-jenak rindu dan rasa takut kehilangan, untuk kembali pada titah-Nya. Semoga tak ada jatuh lagi tanpa tangan yang siap memberdirikan, mengajak bersisihan menuju cinta-Nya. Aku takut. Takut sekali. Pada-Nya.

Maaf atas segala rasa yang pernah begitu berlebihan, atas segala rindu bertumpuk yang pernah dikirim angin, atas segala sakit yang sempat kita rasa, atas air mata tak tertahan, atas segala huruf yang pernah terangkai begitu saja, atas jatuh dan bangkit yang berseling membersamaiku, atas amarah dan benci yang aku tak berhak melakukannya. Semoga Sang Maghfiru memberikan ampunan-Nya padaku. Juga padamu. Bersyukurlah, rindu tak sempat memberdirikan kita di koordinat bernama pertemuan. Mungkin, itulah bentuk penjagaan-Nya.

Demikianlah cerita hidup. Ia berlalu dengan berbagai plot. Ia tak akan sampai pada satu jalan tanpa melalui jalan sebelumnya. Begitupun pada jalanku. Tak akan ada yang kusesali dari perjalanan ini, dari pertemuanku denganmu, dari rasa yang pernah tumbuh diam-diam lalu tak kuasa bersembunyi, juga dari sakit dan pahit yang sempat membentuk hati menjadi perca-perca. Tak ada yang perlu disalahkan. Kamu, dia, juga aku. Kita hanya bagian dari proses. Yang perlu kita lakukan adalah memetik serpihan hikmah menjadi pintalan benang yang menyatukan perca-perca hati. Benang indah yang merekatkan sebentuk hati yang lembut, bersih, lagi kokoh. Semoga. Selalu ada jalan untuk pulang ke jalan-Nya, kalau kita mau mencari dan istiqamah. Kalau kita rajin menengok setiap niat, masihkah karena-Nya?

Terima kasih untuk kisah—tanpa  tatap apalagi temu—yang pernah berjalan. Atas semangat yang pernah menyublim dalam langkah. Juga untuk inspirasi yang teramat besar yang aku tak tahu cara kerjanya.

Entah bagaimana cerita ini akan berlanjut, untuk kali ini, aku tidak berani berharap apa-apa. Biar Tuhan yang menulis. Karena berharap pada manusia kata ustadz favoritku hanya akan membuat kecewa.

___

Bulan, sebagaimana judulnya, kau tahu huruf-huruf di atas adalah surat yang terakhir untukmu. Tanpa kuminta pun kau akan mengatakan pada siapa saja yang perlu mengetahuinya, pada setiap refers to atas kata ganti yang kugunakan dalam huruf-huruf di atas. Kamu tahu, Bulan. Menceritakan masa lalu itu tak pernah mudah, tapi kata seorang penulis, masa lalu ada untuk dimengerti. Bagiku, masa lalu adalah proses, yang siapapun bisa mengambil hikmahnya. Itulah mengapa kutulis surat ini di sini. Biar siapa pun yang membaca pun mengerti, semoga ada pelajaran yang bisa diambil. Bukankah Kitab-Nya memerintahkan kita untuk belajar dari orang-orang terdahulu? Sampaikan maafku pada siapa saja. Inilah cerita. Kalian, yang bisa jauh lebih baik dari saya, menjadi lebih baiklah. Jatuh tumbuh dalam hati untuk kau jaga diam-diam, sebelum ada yang siap memberikan tangannya di hadapan Tuhan untuk memberdirikanmu. Sedang cinta, bagiku, adalah tanggung jawab dan keberanian. Tanpanya, ia hanya sekadar perasaan yang tak akan berdaya apa-apa.

Pojok Biru 2,

1 Mei 2013

Ditulis dari semalam.

Waktu bagian damai.

 

Satu PR besar itu akhirnya terjawab, dengan cara yang awalnya menyakitkan, namun sebenarnya membersihkan semua noda. Alhamdulillah.

Lagi-lagi, buku menjadi teman terindah. Terinspirasi oleh Buku “Udah Putusin Aja” karya Ustadz Felix Y. Siauw. Kata Abang penjaga stand Mizan, “Bukunya bagus, Neng, lucu. Ya kesindir, ya semuanya, gimana yaa..” 😀

Advertisements

3 thoughts on “Surat (Terakhir) untuk Bulan

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s