Melupakan

Harusnya, kata pertama yang kukenal setelah ‘melepaskan’ adalah ‘melupakan’. Tapi tidak pernah begitu kenyataannya. Melupakan hanyalah kata naif untuk meyakinkan hati bahwa kita akan baik-baik saja setelahnya. Tidak pernah begitu, ‘melupakan’ nyatanya adalah memaksa diri untuk hidup tanpa darah mengaliri tubuh. Walaupun begitu, kamu perlu tahu, tidak melupakan bukan berarti mengingat. Maka aku memilih membiar saja, sebagaimana adanya. Dan cuma Tuhan yang tahu betul tentang definisi paling absolut versiku dari kata ‘melupakan’, ‘mengingat’, atau ‘membiarsaja’.
Maka kehilangan kumpulan alfabet dalam folder-folder itu barang kali cara Tuhan untuk mengajariku cara melupakan. Atau mengingatkanku untuk segera membuat cerita baru.

Pojok Biru 2
15.44 – 26012013

Mencoba merenung saat kehilangan semua data di laptop. Semoga selamat. Khususnya data-data yang bukan untuk dilupakan, tapi dipahami dan dilanjutkan untuk proses selanjutnya. Tuhan selalu tahu yang terbaik.
Barangkali rumah kedua itu memang perlu. Ya, rumah kedua, tapi bukan untuk mendua.

Advertisements

3 thoughts on “Melupakan

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s