2013: Gamis Cantiks Aluna Lahir!

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Cuma bisa gemeteran ketika mengeklik gamiscantiks.com akhirnya keluar halaman yang seperti saya harapkan. Sambil memeluk Lely, saya cuma bisa mengucap syukur. Seperti anak yang berbulan-bulan saya kandung akhirnya lahir. Begitulah rasanya. Mungkin memang sedikit berlebihan. Tapi bagi saya, tugas E-Commerce yang sebenarnya mata kuliah semester 7 ini mengandung banyak cerita.

slide1

Tugas ini sudah diinstruksikan sejak September, awal semester lalu. Waktu itu kita diberi tahu bahwa output mata kuliah ini adalah kita harus bisa membuat suatu website e-commerce. Tidak ada bayangan sama sekali untuk membuatnya waktu itu. Meskipun aktif blogging, urusan website, saya masih sama sekali blank. Terlebih untuk jurusan kami, istilah macam HTML, merchant, hosting, localhost, xampp, dan kawan-kawan adalah hal yang hampir tidak kita kenal kecuali dalam mata kuliah ICT. Itupun hanya sebatas pengetahuan, bukan untuk praktek.

“Tidak usah khawatir, nanti kita belajar bareng-bareng caranya. Yang penting kalian siapkan konsepnya dan strategi komunikasi pemasarannya,” kurang lebih begitu kata Bapak menenteramkan kami.

Aku tersenyum. Memang, cita-cita untuk membuat website sendiri sudah tercetus sejak lama. Tapi saya tidak tahu caranya. Abah juga sempat minta tolong untuk dibuatkan website untuk bisnisnya, dan saya menyerah. Website saya, azaleav.com pun mati suri dan akhirnya saya redirect kembali ke blog ini. Walaupun begitu, bukan berarti saya nggak cari tahu. Sejak mata kuliah Konvergensi Komunikasi Digital yang saya ambil di semester III, hasrat untuk belajar bikin website benar-benar menggebu-gebu. Tak jarang, di sela waktu kuliah, saya iseng cari tahu tentang hosting, HTML, dan sebagainya. Mulai dari tanya google, tanya dosen, sampai tanya temen (korbannya adalah Grandis, dia paling sering saya ganggu, haha). Semuanya saya coba. Kabar buruknya, kalau udah mainan sama ‘mereka’ saya lupa waktu. Nggak tidur pun bisa. Benar-benar penasaran.

Hal yang menghantui saya adalah gosip bahwa untuk bikin website harus bisa coding. Isunya di kampus sebelah (IT Telkom dan Poltek) begitu. Sedang untuk belajar coding? Oh, no, saya menyerah. Maka, saat mata kuliah e-commerce ada dan Bapak dosen mengatakan, “kalian nggak perlu coding kok, nanti pakai template yang sudah tersedia aja. Coding itu jatahnya kampus sebelah.”, saya seperti dapat pencerahan. Saya tahu, teman-teman lain sudah mulai jenuh dengan istilah-istilah yang diajarkan Bapak di mata kuliah ini. Saya sebenarnya juga jenuh, tapi jauh di dalam hati saya, saya antusias sekali, entah kenapa. Saya penasaran, saya mau bisa.

Mulailah kita belajar. Proposal bisnis kita siapkan. Awalnya, kelompok saya (Lely dan Kak Suci), dengan hasil penjumlahan kegilaan saya dan Lely, mau bikin konsultankepo.com, sebuah layanan konsultasi online untuk orang-orang kepo. Hahaha. Kita akan membuat semacam website spy yang akan mengintai siapapun yang ingin di-kepo-in. Bapak tertawa membaca proposal kami, tapi beliau mendukung karena memang ide tersebut unik. Namun, di tengah perjalanan, kami menyerah. Kami sadar untuk merealisasikan ide itu bukan hanya butuh template dan pembelajaran dasar tentang web, tapi jelas butuh coding. Kami menyerah.

Akhirnya, dengan segala kebetulan, saya mengusulkan untuk membuat website toko gamis saja, yang sebenarnya adalah usaha bisnis yang baru saya rintis. Ya, sekali nyemplung ke laut, ya ngambil ikan ikan yang banyak, alias sekalian. Saya semakin antusias. Sudah sebulan ini, tiap nganggur saya pasti mainan sama localhost, xampp, dan filezilla. Entahlah, saya juga tiba-tiba mengenal mereka begitu saja. Berbagai merchant ecommerce saya coba. Mulai dari wordpress dengan wp-commerce, woo commerce, dan ready-commerce, joomla dengan virtuemart, opencart, dan terakhir zencart. Panjang sekali prosesnya. Ternyata tidak semudah yang saya kira. Banyak sekali kendala yang saya dan kelompok saya hadapi.

Bahkan di database laptop saya, ada lebih dari tujuh database dan beberapa pluggin dengan puluhan template yang saya install. Ada saja masalahnya. Gambar yang terpotong, tidak bisa menggunakan currency, tidak bisa install template, bla bla bla.. Terakhir saya menggunakan zencart dan membuat websitenya secara offline di localhost, kendalanya adalah: filezilla selalu gagal mengupload data tersebut. Templatenya pun tidak bisa terinstall. Saya dan Lely akhirnya nanya siapa aja. Saya sempat tanya Grandis, teman SC8 yang tidak diragukan lagi kemampuannya dalam urusan website, dia menyarankan untuk menggunakan wordpress saja. Dia bahkan siap membantu untuk memberikan template. Sambil menunggu Grandis, Lely juga meminta tolong pada salah seorang mahasiswa IT Telkom bernama Toni. Seorang pendiam yang sabar. Kita lalu sama-sama mencoba. Sama-sama bingung. Sama-sama mencari solusi. Toni lah yang kemudian memperkenalkan saya pada HTML. Salam kenal HTML, terima kasih Nina yang sabar ngajarin semalaman di malam tahun baru :D.

Well, di sanalah “kontraksi” terjadi. Aluna siap lahir. Kemarin, hari terakhir di tahun 2012, akhirnya gamiscantiks.com bisa diakses. Website yang saya buat di localhost masih tidak bisa diupload. Kami memutuskan untuk menginstall semuanya dari awal. Dan bisa. Template pun berhasil diinstall. Subhanallah. Aluna benar-benar lahir. Aluna bersama Tuman Buku, dua usaha ‘kecil’ yang saya rintis, adalah impian besar saya di tahun 2012. Mereka lahir dan merangkak.

Gamiscantiks.com jelas masih baru. Ia bahkan belum sempurna. Masih banyak hal yang harus diperbarui. Ah, tugas e-commerce ini akan membawa banyak cerita. Tentu saja, semoga ia tidak sekadar berhenti di tugas. Aluna adalah anak. Impian yang lahir di tengah pekat yang mengendap di 2012 ini. Semoga ia mengantarkanku pada impian berikutnya: kemandirian.

Terima kasih Allah. Terima kasih Abah, Ibu yang mendukung penuh apapun langkah yang saya ambil sembari terus mengingatkan. Terima kasih Nidul dan Amiq yang jadi buzzer 😀 Terima kasih Dek Farkha yang kalau telepon tak pernah absen bilang, “Mbak tak doakan dapat hadiah, nanti beliin boneka beruang warna pink ya?” 😀

Terima kasih Lely, Feni yang terus saja membantu temannya yang katanya “bego” ini 😀 Dan juga Winda yang mau dengerin mbaknya nangis 😀 dan teman-teman lain yang nggak rela senyum saya melebur di bawa angin sakit. Dan Nina, yang marah kalau saya lemah, yang banyak bantu promote Gamis Cantiks Aluna, bahkan jadi first buyer. Dan kawan-kawan lama yang kurindui..

Zzzz, kenapa saya jadi berlebay-lebay gini ya? Padahal laporan masih menunggu. Ini kan mau promosi ceritanya. Hehe. Banyak sekali tugas di semester 5 ini yang mengurai cerita. Nanti, kalau semua udah selesai, saya mau cerita soal Aufklarung, sebuah output dari tugas Manajemen Acara. Ya, banyak tugas, walaupun sulit, sering kali memaksa kita untuk BISA sesuatu yang sama sekali tabu bagi kita. Memang melelahkan, tapi menyimpan banyak hikmah untuk dibawa dalam langkah berikutnya. Terima kasih Bapak Ibu Dosen 😀

Ya sudahlah. Siapapun yang suka koleksi gamis dengan desain sederhana dan cantik, silahkan main ke gamiscantiks.com ya 😀 Follow juga twitternya @GamisCantiks dan Like Fanpage Fb-nya Gamis Cantiks Aluna. Because simplicity is your true beauty. 🙂

Eh, tahun baru lagi promo loh :p cepet mampir ke webnya..

Gamis Cantiks Aluna

Pojok Biru 2,

1 Januari 2013

20.20

WLH

Advertisements

3 thoughts on “2013: Gamis Cantiks Aluna Lahir!

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s