Seperti Karang yang Tak Pernah Marah pada Ombak

image

Ombak mengalir. Karang diam. Ombak menerjang. Karang tegar. Karang berdiri. Diam. Tetap kokoh. Ombak kadang datang, lalu pergi begitu saja. Kadang ombak juga menerjang begitu keras. Karang, sekali pun tak pernah marah. Lihatlah, ia begitu kokoh. Begitu tegarnya karang, hingga manusia selalu menjadikannya metafora paling indah untuk mendefinisikan sebuah ketegaran.
Ombak, ombak. Kadang aku terpikir, apakah engkau mengerti tentang ketegaran karang sebagaimana manusia mengerti demikian? Ah, mengapa pula deburanmu terus saja mengikisnya? Ah, siapa pula aku memikirkan karang. Bagaimana pun ombak mengikis, ia selalu berdiri menunggu ombak. Baginya, birunya laut itu segalanya. Itu saja.
Ah, ombak, izinkan aku berbicara padamu tentang ketegaran karang ini. Agar kamu mengerti, karang tak pernah marah padamu seberapa keras pun deburanmu menerjang. Atau jangan-jangan selama ini kamu mengerti?
Aku tak peduli. Aku ingin menjadi karang, yang tak pernah marah pada kerasnya deburan ombak.

Perjalanan Menuju Gerlong,
Bus Biru (Bibir)
10 Mei 2012
9.47 WHH

Judul inspired by a friend :’)

Advertisements

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s