Aku Di Terima di Ilmu Komunikasi UI Tanpa Daftar

Menceritakan mimpi memang suatu hal yang menyenangkan ya? Apalagi kalau mimpi itu jadi kenyataan? Hm.. Dan semalam mimpiku menjadi kenyataan. Anehnya aku memutuskan untuk-lagi-lagi-meninggalkan mimpiku, dan memilih untuk tetap di sini. Begini ceritanya.

Kriiiiiing, entah itu telepon jaman kapan berdering. Aku tidak tahu harus gembira atau sedih, waktu itu aku malah menangis. Apa kabar yang dibawa oleh dering telepon itu? Aku diterima di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia. Aku sempat heran. Bukannya aku sudah memilih untuk tidak mengikuti tes jalur masuk ke sana? Tapi saat aku mendatangi kantornya, aku dinyatakan diterima di UI dengan gratis termasuk biayanya karena aku dinilai berpotensi dan bersungguh-sungguh. Katanya, ini adalah jalur khusus karena mereka tergugah ketika membaca tulisanku tentang UI. Jadilah aku orang yang terpilih itu. Aku sempat menggeleng dan memilih tidak.

Namun, tanpa sepengetahuan siapa pun, aku berangkat juga ke kampus itu. Anehnya, aku kok nginep di kosan mbak kosku jaman SMA dulu yang sekarang kuliah di Solo. Ya sudahlah. Paginya aku langsung berangkat untuk kuliah. Awalnya takuuut sekali, bahkan aku sudah menolak tawaran gratis ini. Tapi sebelum aku berangkat, pihak kampus masih mengizinkanku datang dan mencoba dulu sensasi kuliah di UI, untuk kemudian memutuskan lagi apa yang akan aku lakukan. Hari itu (karena tidak tahu jadwal), aku telat. Aku masuk di kelas ‘Pengantar Ilmu Komunikasi’. Ibu dosen tidak melihat aku masuk. Aman. Tidak ada yang tahu aku telat. Namun, begitu beliau mengedarkan pandangan ke arahku, sontak beliau menurunkan kacamatanya. “Anda mahasiswa baru tapi sudah berani telat?” Aku hanya diam ditatar seperti itu. Hanya bahasa nonverbal yang terbaca dari raut mukaku yang menggambarkan rasa takut, minder, asing bercampur jadi nasi pecel di situ.

Ibu dosen cantik dengan rambutnya yang sedikit pirang itu diam sejenak, tiba-tiba melanjutkan kuliahnya. “Baiklah, sekarang saatnya diskusi. Berkelompok dengan tiga orang di sekelilingmu.” Aku pun menurut, 3 cowok yang menurutku intelek ini menjadi rekanku. Ternyata mereka luar biasa baik. Pertanyaan yang diberikan memang sangat susah, sebuah bahasan tentang problem solving dalam kasus komunikasi yang tidak pernah kudapatkan sebelumnya. Tapi aku berusaha keras untuk bisa percaya diri dan mampu berdiskusi dengan baik.

Aku hanya mengikuti satu kuliah yang menurutku amazing walaupun agak ngeri. Seperti itulah kuliah yang aku inginkan. Aku kemudian memilih pulang ke kampung halaman di rumah. Akhirnya aku pun bercerita pada Ayah. Beliau menangis sesenggukan, masih saja seperti menyiratkan supaya aku tetap di sini. Aku kemudian memanggilnya dan mengatakan, aku hanya senang berada di sana, tapi sungguh aku pun tidak ingin meninggalkan kebahagiaanku di sini. Biarlah kesenangan itu tertunda dan kutuntaskan kewajibanku di sini. Beliau kemudian tersenyum.

_____________________________________________________________________

Aku terbangun. Entah ada apa, ternyata semalam aku mimpi tentang mimpiku. Semua terasa nyata. Semuanya terasa menyenangkan sekali. Tapi aku pun lega. Entahlah, mungkin karena sehari kemarin banyak yang membicarakan kampus kuning itu, jadi kebawa deh di mimpi. Hehe. Yang jelas, mimpi di atas memperteguh keyakinan aku untuk terus bersungguh-sungguh di sini. Berjuang semampuku, dengan tetap menjadi diri sendiri. Selamat buat kawan-kawan yang berhasil di sana, aku turut bahagia kemarin denger kabarnya. Yang belum pun aku salut dengan keikhlasannya. Bismillahirrahmanirrahim. Sekarang sudah pagi, saatnya untuk membangun mimpi. 🙂

Pojok Biru 2,

Kamis, 21 Juli 2011

8.01

Advertisements

11 thoughts on “Aku Di Terima di Ilmu Komunikasi UI Tanpa Daftar

  1. californiaking says:

    semoga apa aja jalan yang kamu pilih memang yang terbaik buamu ya.
    dimana aja kamu berada kamu dapt belajar dari segala hal kok.
    oiya saya anak komunikasi ui, namun kadang malah saya sendiri yang menyia2kan kesempatan berkuliah disini. Tulisan ini seakan menegur saya untuk bisa belajar lebih baik dan tanpa membiarkan kesempatan yang telah ada.
    sukses selalu ya 🙂

    • Adi says:

      Assalamualaikm.. Aku hendra, lulusan tahun 2012.. Aku adalah pemimpi, yg ingin menimba ilmu komunikasi di UI. Tpi, kondisi keluarga ku ga memungkinkan tuk aku melangkah kesana, tidak lah masalh biaya, ini msalah takdir hidup, disaat aku duduk di bangku 2 SMA Ayah ku pergi meningglkn kami tuk selama”nya, kepergian ayah, seketika mendewasakan ku. Tuhan, semoga didunia ini tdak ada lagi merasakan apa yg kurasakan, dimana aku harus berjuang didalam mimpi, yg ingin melangkah tapi tidak ingin terpisah dgn MAMA, karna hanya beliau lah yg aku punya. Mungkin inilah jalan hidup ku, aku berharap semua ini indah bila tiba masa nya, amin.

  2. Amal says:

    Ceritanya sangat menginspirasi saya. Saya siswa SMA yang ingin melanjutkan kuliah di komunikasi UI. Mohon do’anya ya kak 🙂

  3. Halo, bolehkah saya tahu bagaimana untuk mengikuti jalur khusus tersebut ^_^ terima kasih. Saya ingin memasuki FIKOM UI tetapi sekarang terjebak di IPA sehingga saya harus mengejar pelajaran IPA serta IPS ketika ujian masuk hanya tinggal beberapa bulan lagi. Terima kasih 🙂

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s