7 Novel Recommended (Versi Ahimsa)

1. Ayahku Bukan Pembohong

Novel ini merupakan salah satu novel Tere Liye yang terbit pada tahun 2011. Pertama kali membaca ceritanya, saya mengira novel ini sama sekali tidak bercerita tentang elemen terlembut manusia, hati. Bahkan saya sempat mengira ini novel petualangan. Semakin jauh halamannya, saya semakin penasaran, apa sebenarnya yang ingin ditawarkan oleh Tere Liye. Barulah di ujung cerita, saya menangis sesenggukan. Nuraniku benar-benar tersentuh. Novel ini membuatku akhirnya berkata, “Bahagia itu sangat sederhana, bahkan saat kita tidak bahagia tapi kita memilih untuk bahagia dalam kesederhanaan, maka bahagia yang hakiki lah yang kita dapatkan.”

Kalau kau punya hati yang lapang, hati yang dalam, mata air kebahagiaan itu akan mengucur deras. Tidak ada kesedihan yang bisa merusaknya, termasuk kesedihan karena cemburu, iri, atau dengki dengan kebahagiaan orang lain. Sebaliknya, kebahagiaan atas gelar hebat, pangkat tinggi, kekuasaan, harta benda, itu semua tidak akan menambah sedikit pun beningnya kebahagiaan yang kau miliki.


2. 5cm

Donny Dhirgantoro berhasil membuat saya merinding, tertawa, tersenyum, mengingat kenangan, mengerutkan dahi dan takjub dengan berbagai teori, filsafat, sejarah, dan keindahan alam yang ada di dalamnya. Saya menyebut ini adalahnovel combo paket super lengkap. Nilai persahabatan, nasionalisme, moral dirangkum dalam kemasan bahasa yang sangat apik. Yang unik, baru setengah buku, saya tiba-tiba berhenti membaca dan geli pada jari-jari saya karena saya langsung ingin menulis dan menulis apa yang ada di pikiran saya. Novel ini juga berhasil memotivasi pembacanya.Cover hitamnya yang unik, sederhana, namun luar biasa memikat. 5cm menurut saya adalah bacaan wajib mahasiswa.

“Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan. Kalo lo dikritik, buat cetak biru di pikiran lo. Kalo kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa nggak enaknya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata untuk apa? Hanya untuk membuat diri kita lebih baik. Itu aja.” Genta, (5cm, 138)

“Berani keluar dari zona nyaman lo, hadapi semua yang ada di depan lo.” Genta. (5cm, 140)

3. Ranah 3 Warna

Mengapa saya menempatkan Ranah 3 Warna di urutan ketiga? Kenapa tidak Negeri 5 Menara dulu? Lagi-lagi ini masih berhubungan dengan jati diri mahasiswa yang sedang saya cari. Ranah 3 Warna total menggambarkan dunia mahasiswa yang penuh dengan mimpi, dan sepak terjang untuk menggapainya. Membaca novel ini membuat saya malu karena ternyata perjuangan yang saya lakukan belum lah seberapa dibandingkan apa yang dilakukan A. Fuadi yang direfleksikan lewat tokoh Alif. Novel ini juga yang akhirnya membulatkan tekadku pada konsep khoirunnas anfauhum linnas. Bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Bahwa kesungguhan bukanlah berarti apa-apa tanpa disertai kesabaran.

“Anak-anakku, sungguh doa itu didengar Tuhan, tapi Dia berhak mengabulkan dalam berbagai bentuk. Bisa dalam bentuk yang kita minta, bisa ditunda, atau diganti dengan yang lebih cocok buat kita.” R3W-46

4. Negeri 5 Menara

Membaca novel ini seperti membuka halaman imajinasiku pada berbagai cerita Ayah ketika berada di tempat yang sama dulu. Novel ini juga mengajarkanku untuk ikhlas di tempat yang mulanya tidak kita suka. Sungguh, jika kita mau menyingkirkan ego atas rasa tidak suka pada sesuatu, kita akan menemukan sesuatu yang luar biasa pada apa yang tidak kita suka itu. A. Fuadi menyampaikan ceritanya dengan motivatif dan menghibur, membuat kita berapi-api dan masuk dalam hangatnya persahabatan sahibul menara.

5. Marmut Merah Jambu

Hahahaha, nggak tahu kenapa langsung ketawa aja begitu ingat buku yang satu ini. Raditya Dika dengan segala otak kreatifnya memang telah membuat saya benar-benar terhibur. Terbitnya buku ini ketika saya dirundung kesedihan dan kekecewaan seperti obat yang sangat menghibur. Ini merupakan buku tercepat yang saya selesaikan di antara 7 novelrecommended ini. Walaupun begitu, baca ngulang-ngulang lagi nggak ada bosennya. Hahaha. Saya paling suka bagian yang menceritakan love birds. Tapi yang paling mengena adalah suratuntuk menteri perdagangan. 😀

6. Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Dari awal membacanya sudah penuh dengan berbagai pertanyaan. Seperti biasa, Tere Liye sangat pandai memompa rasa penasaran pembacanya melalui alur cerita yang tidak bisa ditebak, dan kita akan mengerti apa maksud konflik-konflik yang dimunculkan ketika telah mencapai ending. Novel ini sarat makna kehidupan. Bahwa tak ada satu kejadian pun di dunia ini yang luput dari korelasi dengan kejadian lainnya. Semuanya tidak ada yang sia-sia. Tere Liye, melalui novel ini, lagi-lagi mengajarkan kesederhanaan. Bahwa harta bukanlah segalanya. Bahwa betapa banyak rahasia-Nya yang tidak kita ketahui. Novel ini membuatku berkata, “Allah, sungguh Engkau lah sebaik-baik Sutradara dan Penulis skenario untuk triliunan umat-Mu.

7. Bidadari-Bidadari Surga

Masih tentang kesederhanaan. Tere Liye menggambarkan kehidupan keluarga miskin di sebuah desa terpencil yang penuh dengan perjuangan. Cinta Dalimunte dan istrinya yang sederhana namun indah, perjuangan empat bersaudara dengan bakat masing-masing, Perancis dengan kereta bawah tanahnya menjadi daya tarik tersendiri novel ini.Tere Liye menggambarkan ketulusan hati seorang kakak, seorang perempuan yang di hatinya bersemayam kasih sayang dan keikhlasan. Satu yang begitu mengena dari novel ini bagiku. Ketulusan hati Laisa yang begitu terpancar, tidak hanya kepada sesama manusia, bahkan harimau hutan pun bisa merasakannya. Subhanallah. Seperti itukah ketulusan hati bidadari-bidadari surga? Dengan alur yang masih sangat unik, novel ini patut dibaca oleh siapapun dan berapapun usianya. 🙂

Masih banyak novel-novel lain yang nggak kalah keren, tapi sementara itulah 7 yang terbaik versi saya. Hehehe

Pojok Biru 2,

Selasa, 19 Juli 2011

21.46

Advertisements

8 thoughts on “7 Novel Recommended (Versi Ahimsa)

  1. hazzi says:

    cover novelnya menarik, terutama yg 5 cm, bikin penasaran nih…. Emang maksud 5 cmnya apaan ya???
    Klo boleh… novel-novelnya dtaruh d permin gamus dakol ya…, spya yg lain bsa bca. tpi nggak yakin novelnya bkalan ada lagi hri bsknya.

    • kalau kita punya mimpi jangan jauh-jauh, taruh 5cm di atas jidat..
      kurang lebih begitu. hehehee

      kalau mau novelnya kontak saya aja, saya ada semua, bilang aja mau yang mana.. 🙂

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s