Gagal?? Lihat Faktor X!!

renunganSering sekali kita mengeluh, menangis, meratap karena kecewa atas hasil yang kita raih. Di saat seperti itu, takjarang kita menyalahkan diri sendiri, menyalahkan usaha yang kurang maksimal, menyalahkan kejadian-kejadian, menyalahkan waktu, menyalahkan apa saja. Pada tingkat paling parah, kita bahkan menyalahkan Tuhan. Astaghfirullah, naudzubillah…

Sadar atau tidak, pada kenyataannya di dunia ini memang ada yang namanya faktor X. Apakah X di sini? Kita boleh saja menyebutnya X, Y, Z, #, +, atau simbol apa saja. X hanyalah sebuah variabel, untuk sesuatu yang jarang kita pikirkan. Faktor X bukanlah penentu keberhasilan, tapi ia ikut menentukan.

Ada sebuah cerita yang saya dapatkan dari sebuah seminar. Cerita ini berkisah tentang seorang siswa pintar luar biasa tetapi terpaksa vakum kuliah karena tidak diterima di PTN yang diinginkan. Anggap saja pemuda itu bernama Paijan. Paijan merupakan seorang siswa yang sangat cerdas. Ia selalu memperoleh juara umum selama tiga tahun bersekolah di salah satu SMA negeri favorit di Bandung. Ia sudah berkali-kali mengikuti tryout SNMPTN untuk fakultas kedokteran di salah satu PTN ternama, berkali-kali pula ia berada di posisi 5 teratas. Hasil ujian nasionalnya menakjubkan. Ia menggunakan waktunya dengan baik untuk terus belajar mempersiapkan diri hingga hari SNMPTN tiba. Benar saja, ia menyelesaikan soal SNMPTN dengan lancar. Namun apa yang terjadi di hari pengumuman?

Paijan yang biasanya ada di urutan 5 teratas tidak ada di urutan ke berapapun. Ia gagal. Apa yang salah di sini? Bukankah ia sudah berjuang semaksimal mungkin? Dan ternyata kegagalannya hanya disebabkan oleh sesuatu yang sangat sepele. Ia lupa menuliskan namanya di lembar jawaban. Kalau namanya tidak tercantum, bagaimana mungkin namanya ada di urutan mahasiswa yang lolos? Astaghfirullah. Jika saya menjadi Paijan, saya tidak tahu entah penyesalan seperti apa yang akan saya rasakan. Pada saat seperti itu, harusnya kita ingat, siapa Dzat yang membuat Paijan lupa menuliskan namanya? Kita haruslah menyadari betapa kerdilnya kita dihadapan-Nya. Sungguh seoptimis apapun kita, bagaimana pun kita berusaha, Dialah Allah yang berkuasa atas tangan, hati, dan pikiran kita. Dialah yang menggerakkan semuanya.

Mengapa bisa seperti itu? Apakah Allah tidak adil? Tentu saja tidak. Di sinilah saatnya kita perlu melihat faktor X. Apa itu? Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan Paijan sebelumnya. Namun, Allah memegang rapor hidup Paijan. Dia tahu semua yang dilakukan Paijan.

16. (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Haluslagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman, 31:16)

 Ya, bisa saja itu adalah cara Allah agar Paijan mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya. Bisa saja sebelumnya ia pernah melakukan suatu tindakan yang buruk dan Allah membalasnya di dunia untuk meringankan bebannya di akhirat kelak. Bisa saja ia pernah berbuat dzolim dengan orang di sekitarnya, lalu orang itu mendoakannya. “Artinya : Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya”. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Do’a bi Dhahril Ghaib 2/89].

Wallahualam.

Apa yang dialami oleh Paijan bisa jadi kita alami juga. Di saat kita merasa usaha yang kita lakukan maksimal, di saat kita merasa sudah berada dalam titik tertinggi untuk mencapai keinginan kita, Allah memberi jawaban lain. Saya tidak mengatakan bahwa siapa yang gagal berarti banyak berbuat salah. Belum tentu. Sejatinya, Allah mengajak kita untuk merenung. Apakah kita pernah berbuat dzolim kepada orang lain? Apakah kita pernah meragukan kekuasaan-Nya sehingga Allah menunjukkannya? Apakah kita sudah menjadi hamba yang bersyukur? Apakah kita sudah mencukupkan sedekah? Apakah kita pernah menyepelekan suatu hal kecil? Atau perenungan lain yang masih banyak lagi. Itulah faktor X. Bisa jadi ia sangat sepele. Misal, kita membuang sampah di sembarang tempat, lalu ada orang lain yang celaka akibat ulah kita, orang tersebut mengumpat dan mendoakan sesuatu yang buruk untuk si pembuang sampah, dan Allah mengabulkannya. Sepele bukan? Semua peristiwa yang kita alami sebenarnya memang sebuah peringatan yang menyimpan berjuta hikmah jika kita mau menyelaminya.

Ada juga cerita lain yang bertolak belakang dengan Paijan yang malang. Anggap saja namanya Painah. Painah bukanlah seseorang dengan tingkat intelektualitas yang luar biasa, ia seseorang yang sederhana tapi selalu mau berusaha walaupun terkadang usahanya juga pas-pasan karena kemampuannya yang terbatas. Namun, ketika ia mengikuti ujian, hasilnya sangat mengagumkan, bahkan bisa jadi di atas Paijan. Banyak orang menyebutnya ia beruntung. Inilah faktor X. Ya, ia memang beruntung karena ia orang yang sangat yakin pada Tuhannya. Ia beruntung karena ia orang yang ikhlas dan sabar. Mungkin di suatu waktu, ia pernah mengantar temannya yang sakit keras ke rumah sakit, padahal esoknya ia ujian. Tapi ia ikhlas menolong temannya. Temannya pun ikhlas mendoakannya dan Allah mengabulkan. Mungkin saja ia pernah menyelamatkan seekor kucing yang terjebak dan memberinya makan dengan ikhlas. Kucing tersebut mendoakannya dengan caranya dan Allah mengabulkan. Who knows?  Masih banyak hal sepele lain yang bisa menjadi senjata yang tidak pernah kita sadari kapan kita gunakan atau kapan akan menusuk kita. Oleh karena itu, benar apa kata Rasulullah, bahwa kita jangan pernah menyepelekan maksiat, sekecil apapun itu. Sebaliknya, jangan pula menyepelekan kebaikan, sekecil apapun itu.

Allah sangat sayang kepada hamba-Nya hingga Dia takpernah berhenti mengingatkan. Namun jangan pula berkecil hati ketika kegagalan yang kita dapat. Bisa jadi, Allah memberikan kita “tamparan” di hari ini untuk memudahkan langkah kita ke depan. Kita takpernah tahu apa rencana-Nya hingga kita menjalaninya. Kadangkala ketegaran memang diiringi air mata, namun ketika kita yakin pada Tuhan kita, suatu saat air mata itu akan mengkristal menjadi butir kebahagiaan.

Percayalah, siapapun yang gagal di hari ini, Allah sedang menyiapkan kejutan yang indah di hari depan. Allah hanya mengajak kita merenung dan bersyukur. Jangan sampai semua itu membuat kita patah arang, karena Allah pasti akan memuliakan hamba-Nya yang berjuang sungguh-sungguh dengan ikhlas serta sabar, Man shabara zhafira. 🙂

*hanya sebuah renungan kecil untuk diri sendiri, sebuah pengingat ketika mengeluh, sebuah semangat untuk terus maju. Semoga bermanfaat. Wallahualambisshawab.

Pojok Biru 2,

Rabu, 29 Juni 2011

23.53

Inspired by: pengalaman 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Gagal?? Lihat Faktor X!!

  1. wah!himsa..subhanallah,ternyata km emang bakat banget ya nulis
    mantabs!lanjutkan..semoga bisa menebar inspirasi kepada yang lain,sesuai dengan tulisan kamu “Untuk Apa Aku Menulis?”

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s