Untuk Apa Aku Menulis?

Seseorang bertanya padaku, “Sebenarnya untuk apa kamu menulis?” Aku diam sesaat, lalu teringat sebuah frase yang kuletakkan di bawah label blog ini. Pena Ahimsa, Inspirasiku, Inspirasimu. Kemudian dengan tenang dan mantap, aku menjawab, “Aku ingin inspirasi yang aku dapatkan juga menjadi inspirasi untuk orang lain.”

“Oh, berarti tujuan kamu sudah tercapai.” jawabnya singkat sesaat setelah aku menjawab.

Aku masih terdiam, bahkan sampai detik ini terngiang kalimat itu. Benarkah tujuanku menulis sudah tercapai? Aku memang berkata apa adanya. Aku-sampaisaatini- tidak pernah mengharapkan ekspektasi lebih untuk tulisan-tulisan sederhanaku yang dibaca oleh orang-orang yang kebetulan melihat dan mau membacanya, mungkin juga kalian yang membaca tulisan ini. Bagiku sederhana saja, inspirasiku inspirasimu. Benar memang kata Andrea Hirata bahwa setiap diri kita memiliki kisah inspiratif, maka tulis dan sebarkanlah.

Dan sungguh, begitu banyak mozaik hidup yang menurut saya inspiratif, bahkan malam dengan gerimisnya sekalipun atau bulan dengan fase sabit dan purnama yang bergantian. Sungguh, jika mungkin tulisan-tulisanku malah banyak berisi curhat, aku ingin orang yang membaca tulisanku mengambil hikmah dari apa yang aku tulis, atau setidaknya tidak mengikutiku jika aku bertindak salah. Aku ingin belajar bijak, bahwa sesebel apapun kondisi hati, semarah apapun jiwa kita memanas, lewat tulisan, sebel dan marah itu bisa menjadi sebuah ladang hikmah. Aku pun sering begitu. Membaca tulisan-tulisanku ketika marah atau sedih, kadang membuatku tersenyum sendiri lalu lupa pada marah yang ingin kuluapkan (tentu saja tidak semua aku post di sini, akan ada saatnya sendiri, hehe..).

Ya, semoga tulisan-tulisan yang kadang (sering) tidak jelas ini masih bermakna dan memberi inspirasi untuk yang masih bersedia membaca. Terserah kalian mau dari sudut mana mengambil hikmahnya, yang jelas tidak ada yang sia-sia jika kita bersungguh-sungguh. Aku pun bersungguh-sungguh berharap tulisanku masih mengandung hikmah.

Aku bukan penulis hebat, apalagi penasihat ulung. Aku hanya perempuan biasa, kadang labil (bahkan masih sering menulis dengan geje), hanya saja kebetulan aku memiliki pena yang aku goreskan. Lewat pena inilah aku menggoreskan apa saja, dari perasaan hingga logika yang berkecamuk. Semoga masih banyak yang bisa ‘membaca’nya. Kadang mengikuti perasaan pun membuatku ingin menulis sesuatu yang tak dimengerti oleh orang banyak. Kadang aku ingin melihat, berapa orang yang mengerti aku dalam ketidakjelasan itu. Aneh memang. Aku bahkan sempat bercita-cita membuat genre baru dalam dunia kepenulisan. Ya, genre UNDEFINED. 😀

Apapun itu, tulisan tetaplah bermakna, walau kadang hanya kita sendiri yang bisa membaca maknanya. Tapi aku merenung lagi. Inspirasi? Aku tidak mengharapkan banyak dari tulisanku, ketika kalian tersenyum membaca tulisanku, sebenarnya aku pun sudah sangat bahagia. : )

Pojok Biru 2,

Minggu, 24 April 2011

00.– (lupa lebih berapa)

Advertisements

2 thoughts on “Untuk Apa Aku Menulis?

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s