Nasib Cinta Siapa yang Tahu

Lagi, ketika malam bercengkerama dengan langit serta bulan bintangnya, aku terdiam. Nyanyian alam syahdu sekali kurasakan. Sudah lewat tengah malam, mataku masih tidak juga terpejam. Terasa banyak hal menggelayuti saraf-saraf otakku, mentransfernya ke hati, kuutarakan dalam otakku. Entahlah mengapa kali ini opsi cinta yang kembali menyapa pikiranku.

Aku termenung. 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta. Aku sedang memaknai sebuah pesan yang terkandung dalam film itu. Dalam tulisan kecil di akhir ceritanya. “Nasib cinta memang siapa yang tahu.” Satu kalimat itu membuatku diam lama. Sebenarnya sempat pergi dari pikiranku, lalu aku ingin terpejam, tapi tetap tidak bisa, dan menggoreskan pena adalah pilihan terindah. Aku tidak ingin menundanya sampai besok untuk bercerita tentang ini.

Rosyid dan Delia, dua insan yang saling mencintai. Aku sedang tidak melihat perbedaan keyakinan yang menjadi konflik utama film itu, tapi aku sangat tertarik oleh ending ceritanya yang membuatku menunda untuk terpejam malam ini. Dua insan ini akhirnya memilih untuk mengakhiri cinta mereka karena sebuah pilihan. Bahwa tak selamanya perbedaan harus disatukan. Mereka memilih melepas kebahagiaan mereka karena merasa kebahagiaan lain akan banyak terkorbankan. Dan akhirnya cinta hanya masalah nasib, Allah sudah mengatur semua sedemikian indahnya. Mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh mereka bahwa mereka akan melepas cinta mereka. Mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa mereka akan bisa hidup tanpa orang yang sangat mereka cintai. Bahkan mungkin mereka tak akan menyangka mereka akan hidup bahagia dengan pasangan mereka yang baru. Tapi begitulah kenyataan, sebuah jawaban yang tak pernah mereka tahu. Kita lihat saja nanti…

Ya, masalah cinta memang absurd, terlalu absurd mungkin. Cinta tidak mengenal siapa saja. Sepintar apapun orang itu, jika sudah bicara tentang cinta, rasanya logika sudah mati saja. Aku belajar ini perlahan dari cerita-cerita kehidupan di manapun aku bisa belajar. Terakhir, kisah cinta Angelina Sondakh yang ditinggal oleh Adji Massaid untuk selama-lamanya membuatku menarik kesimpulan. Cinta memang berbahaya, tak peduli urusan logika. Lihatlah, seorang Angie, politikus yang sangat aktif, cerdas sekali, tetapi sangat rapuh ketika cinta mematahkannya. Timeline twitternya yang biasa berbicara politik, tiba-tiba saja terus bercerita tentang cinta, tentang kesedihannya, yang aku pun ikut miris membacanya. Kadang aku tak percaya, orang sepandai dia pun rapuh oleh cinta. Ya, nasib cinta memang siapa yang tahu.

Lalu, kita? Aku berpikir, sejurus berdoa.

Ya Allah, aku tahu Engkau yang Maha Mengetahui atas segalanya, aku pun sangat mengerti Engkau tahu apa isi hati hamba-Mu, termasuk jika ada seseorang yang mengusiknya. Kupasrahkan semua pada-Mu, jika memang Engkau nasibkan cintaku untuknya, biarlah waktu yang menjawab. Jikalau Engkau tak mengizinkan, pastilah Engkau akan menghapusnya seindah Engkau menganugerahkannya. Aku pasrah, terdiam, hanya memohon pada-Mu untuk selalu menuntun hati ini. Allah, jika Engkau anugerahkan cinta yang terkenal absurd itu, tuntunlah hati juga logika hamba agar tetap berjalan sesuai jalan-Mu, hanya cinta karena-Mu.Ā  Jagalah hatiku, karena Engkaulah sang sebaik-baik penjaga. Aku paham semua ini kau biarkan hingga menjadi indah di waktu yang tepat.

 

Ah cinta.. Memang sudah sepatutnya aku hanya percaya pada-Nya untuk menjaga juga mengatur semuanya. Nasib cinta memang siapalah yang tahu. Mungkin kita akan bahagia dengan seseorang yang sekarang sedang mengusik hati kita, seseorang yang kita diamkan namanya dalam hati kita, atau bahkan seseorang yang tak pernah kita tahu sama sekali. Aku diam dan pasrah hanya pada-Nya. Kita lihat saja nanti.. ^^

šŸ™‚

 

pojok biru 2,

Rabu, 16 Februari 2011

01.52 WIB

 

ah sudah pagi, semoga aku terlelap, melupakan masalah cinta yang absurd ini. Semoga bermanfaat atau sekedar menjadi renungan kecil. Setelah ini aku ingin belajar lagi tentang kesederhanaan memiliki dan kehilangan. Totally thanks for reading my corat-coret.. šŸ™‚

 

Advertisements

5 thoughts on “Nasib Cinta Siapa yang Tahu

  1. titikduaspasikurungtutup says:

    JIka memang cinta adalah suatu yang sakral, maka aku lebih memilih unutk tidak jatuh cinta…
    tapi trnyata aku ttp tak bisa

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s