Cerita, Mimpi, dan Rotasi Bumi

Kenapa waktu begitu cepat berlalu? Apakah aku terlalu menikmatinya? Atau aku yang tak menikmati sehingga semua cepat berlalu? Ah, aku tak tahu. Mungkin bumi memang ngebut berotasi. Wajah-wajah yang dulu bersama, gerakan yang dulu kita lakukan sekarang hanya bisa kusaksikan lewat sebuah foto atau paling mentok video. Semua berlalu. Aku lahir hingga sekarang usiaku sudah delapan belas lebih. Masa-masa yang pernah kurasa indah ataupun berat berlalu. Sekarang kukenang. Akankah malam ini juga akan kukenang suatu saat nanti?

Aku hampir tertidur dari setengah jam yang lalu, mataku sudah terpejam, tapi otakku malah asyik memvisualisasikan cerita yang kusebut memori, namun tak tervisualisasi dalam realita sekarang. Ya, sudah kenangan, hanya cerita. Entah itu semua masa indah dulu atau masa terberat, sekali lagi.

Heiii, lagi-lagi aku masuk dalam sisi melankolis diriku. Aku tak akan menangis, karena bahkan mataku sudah setengah terpejam. Minggu ini berat untukku. Entah efek apa yang akan kurasakan untuk minggu yang kurasa berat ini suatu saat nanti. Aku lelah, tapi aku bahagia.

Waktu akan terus berjalan, tak peduli jika tiba-tiba aku terhenti menulis dan terlelap. Mungkin aku akan bermimpi tentang memori indah, atau fase menyebalkan, atau fase hidup yang ingin kujalani namun terlewatkan? Ah, aku jadi ingat pertanyaan, ‘Apakah mimpi lebih indah dari kenyataan?’ . Tidak. Kenyataan pernah jadi impian, sedang mimpi memerlukan perjuangan untuk menjadikannya sebagai sebuah kenyataan. Aku pun tak mengerti akankah mimpiku yang memang sudah terlewat ini akan menjadi kenyataan? Ya sudahlah, toh aku masih punya banyak mimpi lain yang kuharap menjadi cerita tidurku malam ini. Mimpi-mimpi yang masih bisa kuraih. Mimpi-mimpi yang masih berkesempatan untuk kuubah menjadi kenyataan.

Jadi, wahai mata, cepatlah tidur. Wahai pikiran, ikutilah mataku yang tidur, biarkan alam bawah sadarmu bekerja membentuk mimpi, dan bangunlah sesegera untuk bergegas mempercepat tercapainya mimpi itu.

 

Pojok Biru 2

7 Des 2010

22.18 WIB

 

Malam ini pun sama. Aku kembali hanyut dalam kisah-kisah lalu. Sebuah cerita. Sebuah kenangan. Berjuta mimpi. Masa-masa muda mengais cerita, menorehkan bekas teramat mendalam. Kupandangi gambar-gambar juga video saksi cerita kita. Ah, kenapa tanganku harus mengekliknya lagi? Aku tertawa. Terkadang sedih. Rindu pada masa itu. Tapi bagai sebuah permainan, semua ada levelnya. Tentu tidak lucu jika aku terus ingin kembali pada level sebelumnya. Semua ada masanya masing-masing. Sekarang aku ada di level ini.

Wahai hati, berkompromilah sebentar saja dengan logika. Kau harus tetap berjalan. Bawa kenangan itu untuk mengingat mimpi-mimpimu. Bawa cerita itu untuk mencambuk langkahmu. Bawa harapan itu selagi dunia masih berpihak padamu. Lihatlah. Lihatlah hati, kau dulu jiwa muda yang penuh semangat. Sekarang? Tetaplah bersemangat. Mereka tetap ada di hatimu. Mereka takakan pergi dari hatimu. Jangan khawatir. Terus melangkah, persembahkan mimpimu untuk janjimu bersama mereka. Bersabarlah dan tegarlah wahai hati.

 

Pojok Biru 1

2 Januari 2011

23.56 WIB

 

 

*semoga setiap baca tulisan ini semangatku terisi kembali setidaknya seperti detik ini.

Keep Fighting, Novi Ahimsa Rosikha!!! 🙂

 

Advertisements

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s