Dasar Robokop!!!

“Aku pengin den ger suara kamu..”

Satu kalimat itu sudah cukup mengobrak-abrik isi hatiku. Ingin sekali aku teriak.. Kamu pikir aku nggak??? Tapi apa yang bisa aku lakukan?? Yah, beginilah aku. Kalau ada tempat untuk berlari aku akan berlari, aku akan ke bulan, dan kuperdengarkan suaraku tepat di telinga kamu, kalau perlu aku abadikan biar bisa kamu dengarkan kapanpun kamu pengin denger suaraku. Hoooekkk..!! Kenapa aku jadi lebay seperti ini?

Iya, ini gara-gara si Robokop yang menyebalkan. Entah kenapa dia ngebet banget pengin denger suaraku. Haduh, aku bingung harus bagaimana. Ya sudahlah, aku telepon saja siapa tahu dia memang benar-benar pengin denger suaraku. Tapi, entah kenapa ada yang lain dari caraku menanggapinya, suasana yang sangat tidak mendukung membuatku sulit berbicara. Sulit. Sehingga lebih banyak jariku yang bekerja menekan tuts tuts keyboard daripada berbicara. Tentu saja ini bukan maksudku. Bukan.. harus ku perjelas. Ini BUKAN mauku!!!!

Ah, lima belas menit yang hanya menambah kacau suasana hatinya. Tak akan bisa aku mengerti dia, dan hanya si Robokop itu yang selalu bisa mengerti aku. Ah, kapan aku bisa membuatnya bahagia atau sekedar membuatnya lepas dari penat. Aku terlalu munafik untuk mengerti keinginanku sendiri. Hei, Robokop, aku yakin kau sudah lelah mengerti diriku. 😥

Aku benar-benar pengin teriak….!!!! Aku pengin ke bulan sekarang juga! Aku pengin memeluk satu persatu bintang yang berani berkeliaran di langit biru. Hah? Kenapa jadi tambah ngawur saja??? Iya, intinya aku pengin denger suaranya lagi. Titik.

Hei Robokop.. kenapa kamu tak mengangkat lagi??? Ah, dua kali sudah cukup untuk perempuan seperti aku memohon kata maafmu. Silahkan kau marah! Marahlah wahai Robokop baik hati, marahlah wahai Robokop! Aku memang yang terlalu banyak minta untuk dimengerti. Juga disaat kamu yang menginginkan aku untuk mengerti kamu.

Ah, sudahlah, aku sudah semakin kesal pada semuanya, terutama pada lidahku yang tak pernah mau bergerak tadi, iya, tadi, tadi saat suaranya masih bisa kudengar dengan jelas. Sekarang sudahlah. Entah kapan lagi suara itu bisa ku dengar lagi.  Aku hanya akan meceritakannya pada tuts tuts hitam menyebalkan ini, yang membiarkan aku terus mengetik saat ada orang sedang berbicara kepadaku. Di mana rasa menghargai orang lain yang harusnya aku punya?? Yang pernah ku pelajari teorinya ketika SD. Huffffffffttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Aku semakin muak. Aku muak dengan diriku sendiri. Sepertinya aku memang hanya bisa minta DIMENGERTI. Ah, aku mengulangnya lagi, biarin deh. Aku mau balas dendam sama si qwerty ini, kenapa dia harus menganga di saat seperti itu??? Huh.. bodoh. Bodoh. Bodoh…….

Hei sudahlah, jangan menghujat diri sendiri. Tak ada gunanya, dia masih marah. Si Robokop itu masih diam saja, entah sedang apa dia disana. Cemberutkah??? Ah, aku jadi ingat cemberutnya, lucu sekali. 😀 upzzzzzzzz… Atau lagi mengumpat dalam hatinya, menuangkan rasa jengkelnya kepadaku yang tidak pengertian ini??? Entahlah, aku hanya berharap dia sedang tidur, lalu bermimpi bertemu denganku, dan berbicara denganku secara langsung. Biar nggak ada tuts-tuts yang menganga lagi. Aku juga berharap di mimpinya itu, aku sedang mengucap 11234 X kata maaf, dan sudah dia maafkan di huruf pertama kata maafku, maksudku di kata pertama, sehingga aku nggak perlu lagi mengulang maaf itu. Cukup sekali. Lalu dimaafkan. :p

Setelah itu dia akan terbangun, dia teringat kepadaku yang menjadi hantu mimpinya, lalu dia meneleponku. Sekarang gantian aku yang jaim deh.. aku nggak mau ngangkat, salah sendiri tadi ditelepon dua kali nggak mau ngangkat padahal itu juga dalam keadaan pulsa mepet. Huh.. eh, tapi, ntar dia makin marah dong?? Ya udah deh, akan aku angkat, lalu segera saja ku tutup benda hitam yang dari tadi menganga ini dan aku nggak diem lagi deh.

Ha????? Itu tadi aku yang berharap dia bermimpi atau aku yang sedang bermimpi??? STOP!!!!!!!! Sudahlah, Robokop baik hati yang menyebalkan yang mengobrak-abrik perasaanku, nggak papa deh kamu nggak ngangkat teleponku, nggak papa deh kamu nggak maafin aku, tapi kamu tersenyum dong?? Ya??? 😉

Pojok biru

Rabu, 07 Juli 2010

23:02:55 WIB

Advertisements

2 thoughts on “Dasar Robokop!!!

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s