Tentang Saya: MELANKOLIS atau LEBAY???

Saat membuat tulisan ini, sebenarnya saya sedang tidak punya pekerjaan, sambil merasakan magg yang semakin meliuk-liuk saja di lambungku. Aww.. periiiihh!! Stop, kembali ke mukadimah ini. Saya hanya teringat sms dari seseorang yang rasa-rasanya lebih berambisi atas ambisi saya daripada saya sendiri, tapi saya salut, kalau bukan karena api darinya, mungkin sekarang saya sudah mati dalam kuburan impian yang hanya angan belaka, tak pernah ku gali. Thanks for wake me up! 😉

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas? Untuk lebih jelasnya mungkin saya perlu copas dulu isi sms itu.

Penulis itu bisa mengungkapkan segala sesuatu menjadi tulisan, lagi ada masalah nulis, lagi seneng nulis, lagi bad mood nulis, pokoknya semua bisa di ungkapkan lewat tulisan.

Masih belum nyambung juga kan? Hehehe..

Isi sms itu sebenarnya biasa saja, tapi tidak untuk saya dan impian saya. Saya ingin memiliki pena untuk menggoreskan tinta hidup, tentang sebuah cerita atau apapun juga yang ingin aku goreskan.  Ya, saya ingin menjadi seorang penulis hebat. Tapi selama ini masih saja terhalang alasan-alasan tidak logis untuk menulis. Bad mood lah, ide berantakan lah, apa lah…  saya tidak sadar kalau sebenarnya apapun itu bisa menjadi tulisan. Selama ini, sebenarnya saya banyak menulis, tapi tak pernah ku anggap sebagai tulisan. Kadang setelah menulis, saya sobek-sobek lalu saya buang karena tidak suka isinya di baca orang, ada juga yang nyelempit di halaman buku tulis semasa SMA yang tidak sengaja kemarin saya baca sambil ketawa sendiri, atau ada juga yang aku tulis di sebuah buku khusus yang tak saya biarkan seorang pun membacanya. Padahal isinya hanya sebuah ungkapan kekesalan, kesedihan bahkan kebahagiaan. Menurut saya kalimatnya boleh juga (hehe, muji sendiri). Tapi semua itu tidak saya anggap sebuah tulisan.

Lalu apa dong namanya? Lhah, saya sendiri tidak tahu. Tapi kalau dihubungkan dengan isi sms itu, berarti semua corat-coret saya itu tulisan dong?? Bisa jadi.. aku mulai melakukan observasi terhadap penulis-penulis atau para blogger yang menurutku jauh lebih senior dari aku. Dan hasilnya, sebagian isi tulisan mereka itu dari hati alias pengalaman hidup mereka, baik saat kesal, bad mood, sedih apalagi bahagia. Pokoknya apapun yang ada di pikiran mereka saat itu.

Dari situ, saya intip sedikit otak dan hati saya. Ada banyak hal di sana. Ah, apa gunanya lagi menyimpannya. Saya pun mencoba menerapkan prinsip Jonru, ‘Jangan pikirkan apa yang akan kamu tulis, tapi tulis apa yang ada di pikiran kamu.’ Perlahan otak saya mulai berani juga menampilkan idenya tanpa harus saya intip terlebih dahulu. Dari sini mulai tampak deh korelasi dengan judul yang saya buat. Nah lho? Mukadimahnya panjang sekali ya.. ;D

Jadi saat ini saya ingin menuangkan apa saja yang ada di pikiran saya, tentang pertanyaan saya pada diri saya sendiri. Melankolis ataukah lebay saya ini??? Sebenarnya tidak penting untuk mengupasnya, tapi sekali lagi, saya hanya ingin menjadi penulis, yang mencoba menorehkan tinta dengan penanya. 😀

Penting nggak penting tetap aja pertanyaan itu penting buat saya, untuk kelanjutan misi pena saya. 😉 Mungkin kalau ada yang baca note saya, ‘Bunga-Bunga Tak kan Layu’, dengan pasti akan mengatakan saya ini melankolis. Oke, bisa saya terima. Tapi mungkin yang mengenal saya apalagi yang dekat dengan saya, dengan pasti menyebut saya ini LEBAY. Lalu, apakah saya sosok melankolis yang lebay?? Keterlaluan.. Tidak..!!! ;(

Saya hanya ingin menjadi diri saya dalam menulis, dalam style saya yang menurut saya asyik dan mudah mengena. Tapi banyak yang mengira lebay atau melankolis. Saya tidak memungkiri jika memang iya. Kalau mungkin di suruh menjawab, tulisan manakah yang lebih saya suka, maka saya suka yang lebay tapi melankolis tapi biasa saja dan tetap kalem sebagai seorang perempuan. ????? :’)

Kok bisa? Apapun deh namanya, sekarang inilah style saya. Terkadang saya juga ingin menjadi muslimah yang benar-benar lembut dan kalem. Tapi susah ternyata untuk lepas dari sifat bawaan ini. Saya hanya berusaha kalem, entah bagaimana caranya.(meksaaa) Sekarang, buat saya, yang penting tulisan saya dibaca dan syukur alhamdulillah kalau mengena di hati pembaca sehingga bisa di ambil makna dan hikmahnya. Tapi tidak bisa saya pungkiri tulisan yang lahir dari hati itu jauh lebih mengena, tak peduli melankolis atau lebay atau apapun juga, yang penting kalem aja deh. Saya hanya mencoba dengan sisi amatir ini. Dan kawan, jangan seperti saya yang terlambat bangun, menulis itu menyenangkan lho? Ayo, menulis.. ^_~

Kalau menurut kalian tulisan ini lebay atau bagaimana?? =)

Semoga bermanfaat..

Pojok biru

Tuesday, June 29, 2010

12:10:54 AM

Advertisements

5 thoughts on “Tentang Saya: MELANKOLIS atau LEBAY???

bagaimana menurutmu? :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s